Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat?

Leave a comment

Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak di sinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ketiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. More

Advertisements

Sultan Iskandar Muda

Leave a comment

Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda (Aceh, Banda Aceh, 1593 atau 1590 – Banda Aceh, Aceh, 27 September 1636) merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan Iskandar Muda, dimana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam. More

masih kosong…

Leave a comment

Nuansa-nuansa Malam

Leave a comment

Nuansa-nuansa Malam
Malam melintang menerjang menerpa
Bintang bersinar berbinar berpendar
Awan berduyun mengalun tersenyum
Bulan merona merajuk merayu
Angin semilir mengalir terukir
Langit mendayu melaju tersedu

Semua bersimpuh, menanti bijak penguasa puitis malam
Semua berpeluh, memohon ampun dengan sangat, mohon dengan sangat

Mawar menanti dipetik
Padi menanti dituai
Cinta menanti dibuai
Embun hendak berbisik
Daun tertunduk malu
Rindu ingin bertemu

Semua terbaring
Menanti dering nafas penguasa puitis malam
Semua bermimpi
Meniti hangat peluk surgawi
Hingga sayup terkatup menutup
Pagi menjelang

(March 2009)

Manfaat Shalat Bagi Kesehatan

Leave a comment

Shalat permalink: http://2.bp.blogspot.com/_HS-PvGgn1M4/TBhsryO0h5I/AAAAAAAAAFw/eF_B-ZPh-BY/s1600/sholat.jpg

Bismillahirrokhmaanirrokhiim..

Shalat sebagai tiang agama adalah ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan shalat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit! Mari kita coba simak setiap gerakan dalam ibadah shalat berikut ini: More

Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya (aforisme-aforisme sufistik Jalaluddin Rumi)

Leave a comment

Jiwa berada dalam kemelaratan
Dan tubuh berada dalam gelora
Setan memakannya sampai muntah
Hingga Jamshid tidak memiliki makanan apa-apa
Sembuhkan dirimu sendiri sekarang, sementara Isa-mu berada di bumi
Karena ketika ia telah diangkat ke surga
Penyembuhmu harus berpisah
(Dinukil dari karya Khaqani, Diwan, hlm. 10, bait 7 dan 16)

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. (Al-Falaq 113: 1-5)

Dan jika intelek berjuang dengan seluruh kemampuannya, namun tidak mampu memahami sesuatu, mengapa dia harus menghentikan usahanya? Apabila intelek menghentikan upaya karena tidak mencapai pemahaman, maka dia bukan intelek. Karena intelek selalu berusaha siang dan malam, tanpa istirahat, menyibukkan dirinya dengan pikiran untuk memahami sang Pencipta. Bahkan apabila Dia mustahil untuk dipahami dan dibayangkan sekalipun. Intelek itu seperti laron dan kekasih Ilahinya bagaikan lilin. Ketika laron menerbangkan dirinya menuju lilin, tak dapat dielakkan lagi dia terbakar dan hancur. Laron tentu tidak akan mampu menahan nyala lilin, tapi dia tidak peduli. Dia rela menderita terbakar dengan seluruh rasa sakit yang ia rasakan. Binatang apapun yang tidak mampu menahan nyala lilindan menerbangkan dirinya kepada nyala itu adalah “laron”. Dan lilin, tempat laron melemparkan diri padanya, tetapi tidak membakar laron, ia bukanlah “lilin”.
Maka manusia yang bertahan dalam ketidaktahuannya tentang Tuhan dan tidak berusaha dengan segala kemampuannya untuk memahami Tuhan, ia bukanlah manusia. Tuhan yang dapat dipahami seseorang bukanlah Tuhan. Manusia yang sejati tak akan pernah berhenti berusaha. Dia menunggu tiada henti di sekitar “cahaya” Tuhan yang mengagumkan. “Tuhan” adalah lilin yang “membakar” manusia dan terus menariknya agar lebih dekat. Tapi kedekatan itu tak terpahami oleh intelek. [77]

Yang Pertama Adalah Ibu..

Leave a comment

Bismillahirrokhmaanirrokhiim..

Kata yang paling indah dibibir umat
manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan paling indah adalah “Ibuku”.
Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang
keluar dari kedalaman hati.

Bila anda memerlukan kata-kata untuk menggambarkan pengetahuan dan
pemahaman, itu seperti burung dalam sangkar. Memiliki sayap namun tak
bisa terbang. More