Bismillahirrokhmaanirrokhiim..

Kata yang paling indah dibibir umat
manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan paling indah adalah “Ibuku”.
Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang
keluar dari kedalaman hati.

Bila anda memerlukan kata-kata untuk menggambarkan pengetahuan dan
pemahaman, itu seperti burung dalam sangkar. Memiliki sayap namun tak
bisa terbang.

Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi
kita lari dari padanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam
kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.

“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya
berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta
menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”

“Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan
akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya… Akan tetapi
apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan
menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehnya kembali?”

“…kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai
aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk
berpetualang”

“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan
karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap
ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan
menyeret mereka kepada Tuhan…”
“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah,
karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang
indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya
kesedihan, dan duka perpisahan”

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin
mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat
dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”

“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan
ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan
datang”

“Setetes airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas
senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam keberadaan… Aku
merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan… ketimbang
jika aku hidup menjemukan dan putus asa”

~~

KEMULIAAN SEORANG IBU

Maryam binti Imran merupakan salah seorang wanita terbaik yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Dia adalah keturunan keluarga Imran, salah satu keluarga terbaik yang pernah ada dalam sejarah kehidupan manusia. Penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Allah adalah ketika nama Maryam diabadikan dalam salah satu surat Al Quran. Kisahnya pun banyak kita temui dalam ayat-ayat Al Quran. Bahkan, Rasulallah SAW pernah menyebutkan Maryam dalam golongan Muslimah terbaik yang masuk surga.

Maryam sejak kecil memiliki kedekatan kepada Allah SWT. Membiasakan dirinya dengan banyak beribadah. Munajat dan doa tidak pernah ia lupakan. Ketaqwaannya juga begitu sempurna. Diapun biasa puasa sehari dan berbuka dua hari. Tak heran mu’jizat diberikan berupa makanan yang berasal langsung dari sisi Allah.

Hal tersebut dikisahkan dalam Al Quran: “Setiap Zakaria masuk untuk menemui maryam di mihrab, ia dapati makanan disisinya. Zakaria berkata, ‘Wahai Maryam, darimana engkau memperoleh (makanan) ini?’ Maryam menjawab, ‘Makanan ini berasal dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab’.”(QS. Ali Imran:37).

Kelebihan lain Maryam adalah sifat-sifat keibuannya yang dapat diteladani. ketika dia mengetahui hamil tanpa seorang laki-laki, ia mengasingkan diri. hal ini dilakukannya demi keselamatan bayinya. Ia pun seorang beriman yang malu, karena hamil padahal dia belum menikah. Dia masih memiliki perasaan yang peka. Katanya, “Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.”(QS Maryam:23).

Seorang wanita hamil sendirian dinilai tidak akan mampu menggoyahkan pohon kurma hingga menjatuhkan buahnya. Akan tetapi, Maryam melakukannya sebagai tugas seorang ibu. Allah pun berkenan pada usahanya sehingga dia dan calon bayinya dapat menikmati bbuah kurma tersebut. Sebagaimana kita ketahui bersama, dari rahimnya lahirlah Nabi Isa yang mulia.

Ali bin Husein, cicit nabi Muhammad SAW, pernah menuturkan, “Hak ibumu adalah bahwa kamu mengetahui DIA MENGANDUNGMU saat TIDAK ADA orang yang mau mengandung. Siapapun, dia memberikan kepadamu sesuatu yang TIDAK AKAN DIBERIKAN ORANG LAIN, yaitu BUAH DARI HATINYA. Dan dia melindungimu dengan segala dayanya. Dia tidak peduli dirinya kelaparan selama kamu bisa makan. Tidak peduli dirinya kehausan selama kamu bisa minum. Tidak peduli dirinya telanjang selama kamu masih berpakaian, tidak peduli dirinya terbakar terik matahari selama kamu bisa berlindung. Dia berjaga tanpa tidur demi dirimu, dia melindungi dari panas dan dingin agar kamu menjadi miliknya.”

MASIH BERSEDIAKAH IBU-IBU ZAMAN SEKARANG MENJAGA KEMULIANNYA SEHINGGA KELAK TERLAHIR GENERASI-GENERASI MULIA, SEPERTI LAHIRNYA NABI ISA AS DARI RAHIM MARYAM???????

Semoga ketiga Ibu dalam foto disamping termasuk golongan Muslimah terbaik, seperti Maryam binti Imran dan semoga generasi-generasi yang dilahirkan ketiganya termasuk generasi-generasi mulia, seperti Nabi Isa AS. Amiennn!!!!

Dikutip dari tulisan Ikhsanul Muttaqien, buletin Adz Dzikro edisi 81 Dzulhijjah – Desember 2008.