Bismillahirrokhmaanirrokhiim

“Kabar gembira” dariNYA bagai alunan dawai-dawai
yang bersemayam di tepi-tepi telaga suarga.
Membelah sukma merasuk jiwa.
Malam purnama. Hari pertama di perantauan.
Merantau, yah, merantau..
Karena jauh dari tanah aku dibesarkan..

Aku merasa kecil, karena Allah Maha Besar..
Aku merasa terkasihi, karena Allah Maha Pengasih..
Aku merasa tercukupi, karena Allah Maha Mencukupi..

Cukup, merasa cukup, Qona’ah..
Cukuplah bagiku rizqi yang dibagikan Allah..
Cukuplah bagiku hidup sederhana bagai Nabi Shollallahu ‘alaihi wa salam..
Alkhamdulillah, semoga terberkahi..

Lalu apakah “kabar gembira dalam surat cinta” itu?
surat cinta itu adalah QS. Ar-Raĥmān (The Beneficent) – سورة الرحمن

dan kabar gembira itu adalah dua surga yang masing-masing mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
So which of the favors of your Lord would you deny?

14/12/1431 H